my admiration: Lukisanku

my admiration: Lukisanku: Kubuat sebuah lukisan Dan kupejamkan mata Kuingat jelas apa yang kurasakan Mungkinkah akan menjadi nyata Kubuat sebuah cerita Tentang...

Mungkin Nanti


Love is a sharing
and a caring,
Born of truth

Love is not using
Or being used
Love is not abusing
or being abused
Love is not even
Giving or taking
For that leads to
counting and accountings
of "look what I did for you?"
So, verily, merrily, I say unto you,
That love is a sharing
A caring
Born of truth.
For those are the roots
From which all us children flow.
Punto.





Mungkin nanti ketika waktunya tiba
Saat raga tak kuasa menolak
Rambut putih tumbuh tak terkendali
Segala rongga bersatu memberikan sakit

Saat usiaku makin bertambah
Ketika dunia tak terlihat kesempurnaannya
Buah hati yang kini beranjak hebat
Mampu taklukan dunia dengan tangannya

Ketika nanti aku berhenti
Saat terakhir melihat pagi
Aku ingin tersenyum bangga
Bernafas dengan lega

Tuhan, permintaanku kecil dan sederhana
Kuingin di masa sulitku nanti
Malaikat kecilmu ini masih ada di dekatku
Seperti sekarang masih menjadi semangatku

Kuharap hanya ada sekali perpisahan
Sekali saja air mata
Saat sejenak saling menutup mata
Sekedar ucapkan selamat tidur
Untuk bertemu di keabadian

A Tribute To Peri Kecil




“... it’s a blessed thing to love and feel loved in return.” 

― E.A. Bucchianeri, Brushstrokes of a Gadfly





Tertulis menjadi sebuah kisah
Sejuta kenangan penuh makna
Saat alam bersatu menjadi saksi
Akan terikatnya janji untuk saling berbagi

Semuanya berawal dari sekeping memori
Yang terangkai satu demi satu secara perlahan
Dari hal-hal kecil dan sederhana
Terbingkai dalam satu frase kejujuran

Semua langkah yang terlewati
Setiap senja yang terlalui
Adalah lembaran masa terindah
Tentang tinta abadi yang tak terhapus

Aku hanyalah ketidaksempurnaan
Berusaha mencintaimu sesempurna mungkin
Aku yang mencoba untuk terang saat langit tak berbintang
Ingin mendengarkan saat dunia begitu tuli

Adakah anugerah lain seindah senyumu?
Untuk tepiskan lara dari luka yang terdalam
Singkirkan getirnya keputusasaan
Selamatkanku dari pahit penantian

Peri kecilku
Terima kasih atas warna dalam pelangi hidupku
Atas detik-detik terbaik yang pernah kulewati
Aku tak berharap akan akhir bahagia
Karena kisah kita takan berakhir






especially for you ...



Sebait Pagi


“I must learn to love the fool in me--the one who feels too much, talks too much, takes too many chances, wins sometimes and loses often, lacks self-control, loves and hates, hurts and gets hurt, promises and breaks promises, laughs and cries. It alone protects me against that utterly self-controlled, masterful tyrant whom I also harbor and who would rob me of my human aliveness, humility, and dignity but for my Fool.”


― Theodore I. Rubin



Mendung di pagi ini
Membawa  lamunanku pergi berkelana
Ke suatu masa dimana kau pernah ada
Saat berbagi langkah dan mimpi yang sama

Tak lama gerimis mulai turun
Gerimis pagi kesukaan kita
Tempay pikiran kita bertemu
Tentang itu hanyalah kita yang mengerti

Ada kisah tentang segelas kopi
Tentang sebuah perdebatan
Kau anggap itu tua kuanggap itu kedewasaan
Betapa egoisnya kita di masa muda

Begitupun dengan selimut
Kau banggakan merah mudamu, aku dengan biruku
Saat kita saling sombong akan kebodohan kita masing-masing
Bagiku itulah kita yang sebenar-benarnya

Kasih,
Kusadari waktu telah merubah semuanya
Mungkin kita terlalu pintar untuk berbuat bodoh
Terlalu tua untuk kekanak-kanakan

Sekarang kamu sudah terlampau hebat
Sudah dekat dengan pijakan yang kau inginkan
Lepas dari segala kerapuhan masa lalu
Dengan keterikatan akan janji terdahulu

Pagi ini tentang indah
Tentang melodi sebuah memori
Tentang pagi yang lama kita lupa
Bahwa kita pernah berada pada titik kita bermula

Suatu hari nanti
Harapku kita akan kembali berjumpa
Saat kita menjadi sebenarnya manusia
Ketika kebahagiaan sudah kita capai
Dimana kita akan saling bicara



Entah



“One day spent with someone you love can change everything.” 

Dalam lamunan aku tersadar
Begitu banyak hal yang terlewati 
Bermacam cerita yang terukir
Beribu memori telah terbagi

Sejenak melihat ke belakang
Teringatku akan sekelumit kisah
Saat semua masih terasa gelap
Ketika aku tenggelam dalam kesepian
Masih terlarut dalam ketidakpastian 

Pernah kau sakiti aku begitu dalam
Hancurkan harapan yang baru saja mampu hinggap
Membuatku tak berani untuk percaya 
Tak sanggup untuk bermimpi 

Masih kuingat jelas saat kau terasa jauh
Hatiku yang selalu cemburu pada segala hal di dekatmu
Betapa kurasa kau adalah kumpulan paradoks yang terlampau rumit
Sehingga mengertimu bagiku adalah kemustahilan

Kuasa Tuhan memang tak mampu diprediksi
Tiba-tiba kau hadir disaat kuanggap kau telah hilang
Saat kukubur semua ambisi dengan keikhlasan
Kau datang ungkapkan rasa yang tak terduga

Setelah itu semua tampak sempurna
Rasa sakit itu terobati begitu saja
Kehadiranmu mengubah semuanya
Harapan dan rinduku kalahkan semua ragu

Kekasihku,
Terima kasih untuk setiap detik yang terlalui
Untuk setiap senyum yang selalu kau beri
Setiap pelukan yang penuh arti

Ketahuilah,
Kaulah semangat terbesarku
Tempat mencurahkan segala kesedihan dan kebahagiaan
Dalam setiap senyumku, tangisku bahkan marahku
Selalu tersimpan syukurku telah bersamamu

Sebuah Catatan





Singkat cerita aku dan kamu masih bersama
Disaat kita bersiap dan pasrah untuk terpisah
Disinilah uniknya rencana Tuhan
Kita terus bersatu namun diiringi dengan kesedihan

Ketahuilah sayang
Kepergianmu yang tertunda bukan untuk disesali
Mungkin kita masih harus banyak belajar
Tentang saling menopang satu sama lain
Agar pada saatnya nanti kita mampu ikhlas kepada-NYA

Periku
Saatnya sekarang kita nikmati setiap detiknya
Berikan yang terbaik dan terindah
Genggamlah tanganku, suatu saat dunia ini milik kita

Adios






No matter where you go
i won't be very far
Cause in my head i'll be right there where you are
Cause love has no distance baby

~Aj Rafael ft Jesse Barbera~




Terlalu banyak kisah
Yang tergurat dalam dada
Terlalu banyak kasih
Yang terukir dalam hati

Saat aku harus hadapi realita
Berjalan di tanah yang berbeda
Tanpa hadirmu di sisi
Tanpa senyumu lagi

Sejenak ku berlari menyusuri waktu
Mengenang ribuan detik milik kita
Berdiri, terjatuh, bangkit, dan terbang
Kita lewati tanpa kecuali

Bersyukurlah pada masalah
Yang dengan baiknya membuat kita satu
Dengan indahnya membuat saling bantu
Bertangisan dan berpelukan bersama

Terkadang riak itu ada
Saat sudut pandang beradu
Ketika saling merasa benar
Saat semua ingin dimengerti

Semangat itu yang membuat kita kuat
Saat saling menopang dikala jatuh
Saat mengalah menahan ego
Aku dan kamu demi kita

Sekarang waktunya percaya
Ketiadaan yaitu kehadiran paling nyata
Alasan lain untuk lebih mencinta
Hanya sekedar latihan sabar

Berpisah untuk bersatu
Menangis untuk tertawa
Berkorban untuk bahagia